Baznas Kota Mojokerto Gelar Lomba Senandung Islami dan Pasar Murah di Festival Ramadan 2024

Pj Wali Kota Mojokerto serahkan piala dan hadiah kepada pemenang lomba festival Ramadan 2024.(Blok-a.com/Syahrul)
Pj Wali Kota Mojokerto serahkan piala dan hadiah kepada pemenang lomba festival Ramadan 2024.(Blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto, selama bulan Ramadan menggelar lomba bernuansa islami dan pasar murah.

Kegiatan dilaksanakan di halaman kantor Baznas, Jalan Benteng Pancasila no. 23a, Mergelo, Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, selama satu minggu.

Festival dan lomba Senandung Islami, serta lomba Al-Banjari, sudah berakhir Senin (18/3/2024). Namun gelar pasar murah masih tetap berlangsung hingga tanggal 20 Maret 2024 lusa.

Setelah sukses menggelar Festival Ramadan 2024, dengan berbagai lomba bernuansa islami sejak tanggal 13 Maret 2024 lalu, Baznas Kota Mojokerto, memberikan anugerah dan penghargaan kepada para pemenang lomba, yang dilaksanakan pada Senin (18/3/2024).

Ketua Basnaz Kota Mojokerto, Dwi Hariyadi mengatakan, pihaknya telah mengadakan Festival Ramadan yang ke-2 dan berbagai acara telah diadakan, seperti senandung islami yang diikuti 95 peserta, lomba Al Banjari serta pasar murah ramadan yang digelar di halaman depan kantor Baznas.

Setelah menggelar acara tersebut, nantinya juga ada takjil besar, ada giat orang tua asuh sehari bersama anak-anak yatim untuk diajak berbelanja di UMKM Benteng Pancasila (Benpas), serta kegiatan zakat fitrah yang diserahkan kepada 5.500 warga tidak mampu.

“Kami ucapkan terima kasih atas kedatangan bapak Pj Wali Kota, Pak Sekdakot serta para pejabat lainnya di acara ini. Kami berterima kasih pula kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini menjadi sukses,” kata Dwi.

Sementara itu, Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, mengapresiasi kegiatan ini, apalagi dilaksanakan pada bulan Ramadan. Kegiatan ini juga dapat mencetak anak anak yang religi, kuat imannya serta berprestasi.

“Tentu saya sebagai Pj Wali Kota Mojokerto, saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Baznas, yang selama ini basnas sudah menjadi sebuah mitra strategis bagi Pemerintah Kota Mojokerto,” ucapnya.

Baznas merupakan salah satu pilar dan mitra pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Tidak saja fokus soal zakat infaq sedekah atau sedekah, tapi sudah menjadi salah satu pilar untuk pengentasan kemiskinan yang ada di Kota Mojokerto. Ada lagi, terima kasih kepada Pak Haryadi sebagai ketua Baznas, semoga jalinan ini ke depan semakin mesra dan ditingkatkan,” imbuhnya.

Mas Pj Ali Kuncoro juga menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak akan sanggup menghadapi tantangan, yang menjadi PR bersama. Untuk itu Pemkot wajib menjalin harmonisasi dengan semua elemen strategis, khususnya Baznas.

“Mohon doanya, kami para Umaroh, yakni Pemerintah Kota Mojokerto agar senantiasa diberi kesehatan, diberikan kekuatan iman untuk bisa memberikan pengabdian dan karya terbaiknya untuk Kota Mojokerto,” tambah Ali Kuncoro.

Ali Kuncoro juga berpesan, terutama kepada Baznas, sebagai Badan yang diberi pengampu untuk memberikan bantuan kepada orang-orang tidak mampu, kaum dhuafa, kaum mustakhik. Agar selalu hati-hati dalam memberikan bantuan, jangan sampai terjebak dalam Toxic Charity.

“Toxic Charity itu begini, ketika kita mengintervensi memberikan bantuan kepada orang, kita harus betul-betul tahu siapa orang itu, umurnya berapa, keperluannya apa, dan harus dibantu apa?. Kalau tidak tahu jelas, justru bantuan kita akan menjadi sebuah ketergantungan jangka panjang,” tandas Mas Pj.

“Sekali lagi, by data, by name, by address, itu sangat penting. Penyatuan data itu mutlak harus kita siapkan. Untuk itu saya perintahkan Kadinsos untuk sering-sering silaturahmi ke Baznas, mana yang bisa dirembukan, kita rembukan, tujuannya satu untuk kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto,” sambungnya.

“Jangan sampai niat kita memberikan bantuan malah itu menjadi placing bagi penerima bantuan. Toxic Charity, tidak memberikan bantuan tepat pada sasaran yang dibutuhkan penerima bantuan, akhirnya semua akan muspro (sia-sia), tambahnya.

Karena saat ini merupakan musim tahun-tahun politik, Mas Pj juga berpesan agar Baznas jangan sampai terjebak dalam bantuan-bantuan sosial yang berbau politik, agar tetap menjadi Baznas yang independen.

“Tetaplah menjadi Baznas yang independen, nawaitu semua untuk rakyat, bagaimana rakyat itu bisa berdaya, kemiskinan bisa kita tuntaskan, dan derajad hidup masyarakat bisa kita naikkan,” pungkas Mas Pj Ali Kuncoro.(sya/lio)

Exit mobile version