Sempat Mangkir, Sekdes dan Ketua BPD Roomo Gresik Diperiksa Itensif Buntut Polemik Beras CSR

Barang bukti beras CSR PT Smelting yang diduga tak layak konsumsi saat warga Roomo, Manyar demo ke Balai Desa.
Barang bukti beras CSR PT Smelting yang diduga tak layak konsumsi saat warga Roomo, Manyar demo ke Balai Desa.

Gresik, blok-a.com – Sempat mangkir dari panggilan pertama, Rudi Hermansyah, Sekdes Roomo, Kecamatan Manyar, akhirnya datang memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Senin (23/9/2024).

Sekdes datang bersama dengan Nur Hasyim Ketua BPD Roomo yang juga dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana CSR PT Smelting.

Diketahui PT Smelting tiap tahun menggelontorkan dana CSR sebesar Rp1 miliar diserahkan secara bertahap ke Pemdes Roomo, Kecamatan Manyar.

Dana tersebut lalu dibelanjakan beras oleh Pemdes Roomo dan diserahkan kepada warga. Akan tetapi, beras yang dibagikan warga tersebut rusak, jelek dan tak layak kosumsi.

Kasi Pidsus Kejari Gresik Alifin N Wanda mengatakan, penyidik sudah memeriksa Perangkat Desa Roomo diantaranya Kades, Bendahara, Sekdes dan Ketua BPD.

“Sekdes pada hari Senin sudah kami periksa bersama dengan ketua BPD Desa Roomo, Nur Hasyim,” jelasnya.

Masih menurut Alifin, hari ini dan besok, penyidik pidsus Kejari Gresik memeriksa puluhan warga yang mendapatkan bantuan beras dari Pemdes Roomo melalui dana CSR PT Smelting.

Dari pihak Smelting, penyidik masih memeriksa dua orang.

“Pemeriksaan akan terus kami kembangkan untuk penelusuri siapa yang bertanggung atas dugaaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana CSR PT.Smelting,” tegas Alifin.

Seperti diberitakan, Ratusan warga mengeruduk balai desa Roomo, kecamatan Manyar untuk meminta pertanggung jawaban Pemdes Roomo yang dinilai bertanggung jawab atas bantuan beras tak layak kosumsi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Smelting.

Bantuan CSR dari PT Smelting senilai Rp 1 milyar setahun ini, dikelola oleh Pemdes Roomo melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan pengadaan bantuan beras. Akan tetapi, beras yang salurkan ke warga kualitasnya jelek, berkutu, berwarna kuning dan bau apek.(ivn/lio)

Exit mobile version