Blok-a.com – Pulau Madura terkenal akan beragamnya budaya salah satunya yaitu Rokat Tase’. Rokat Tase’ merupakan warisan nenek moyang mereka yang rutin digelar setiap tahun, tepatnya saat memasuki bulan Syawal.
Kata ‘Rokat’ dalam Rokat tase’ merupakan bahasa Madura yang berarti selamatan. Rokat tase’ juga kerap disebut dengan petik laut. Tradisi ini dilakukan para nelayan sebagai ritual tolak bala ketika melaut. Selain itu, tradisi ini juga dipercaya bisa membuat tangkapan ikan melimpah.
Tujuan lain dari tradisi ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang telah diberikan. Juga sebagai bentuk persembahan kepada penguasa laut.
1. Proses Pelaksanaan Upacara Rokat Tase’
Menurut jurnal berjudul Penguatan Nilai Kearifan Lokal melalui Tradisi Rokat Tase’ di Madura dalam Perspektif Agama Islam oleh Nurul Laily. Kegiatan Rokat Tase’ biasanya dilakukan selama lima hari berturut-turut.
Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam upacara tradisi Rokat Tase’.
- Istighosah
Acara ini diawali dengan doa panglober (doa penolak bala), kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh kiai. Setelahnya dilanjutkan ceramah agama dan tembang pujian.
Setelah ceramah berakhir dilanjutkan dengan makan bersama. Warga duduk melingkar di bawah tenda dengan nasi tumpeng dan olahan laut terhidang di tengah mereka.
- Upacara Ritual Tase’
Untuk hari selanjutnya dilakukan upacara ritual rokat tase’ dengan menyuguhkan sesaji makanan berupa makanan, minuman, buah-buahan, kemenyan, kembang, dan potongan kepala sapi. Sesajen tersebut selanjutnya diletakkan di atas perahu kecil, yang kemudian dibacakan sejumlah mantra.
Setelahnya, sesaji di atas perahu dilarungkan ke laut sebagai wujud persembahan kepada penjaga laut. Pelarungan dilakukan yang bertujuan supaya terhindar dari segala gangguan dan mendapat hasil tangkapan ikan yang melimpah.
- Pagelaran Kesenian
Keesokan harinya setelah dilakukan upacara tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian keesokan harinya. Di antaranya ludruk, tari remo, dan bacaan khotmil Al-Qur’an sebagai penutup rangkaian rokat tase’.
- Lomba Kontes Sapi
Acara di hari selanjutnya ada lomba kontes sapi. Yang dimana, kontes tersebut untuk menilai sapi yang paling cantik, mulai kebersihannya, aksesoris yang dipakai, bobotnya, maupun cara berjalan.
- Pemberian Sesajen
Pagelaran di hari yang terakhir yaitu diisi dengan menghias kapal dan melarung sesaji ke tengah laut. Adapun untuk pemberian sesajen saat melaksanakan upacara adalah
- 12 buah ketupat dan lepet
- 1 ekor ayam panggang yang dibelah
- 7 macam lauk pauk ikan yakni ikan laut, ikan tawar, dan lainnya.
- 7 macam buah-buahan, seperti jeruk, pisang,, apel, jambu, pir, dan lainnya
- 7 macam bumbu dapur
- 7 macam bunga
2. Perlengkapan Tradisi Rokat Tase’
Tradisi Rokat Tase, ritual tahunan masyarakat pesisir di Madura, selalu menarik perhatian dengan rangkaian perlengkapan unik yang digunakan dalam upacara ini. Adapun perlengkapan saat melaksanakan tradisi Rokat Tase’:
- Parao Letek (Perahu Kecil)
Parao letek merupakan perahu kecil yang akan digunakan sebagai wadah sesaji. Perahu kecil yang berisi sesaji ini kemudian dilarungkan ke laut.
- Droom (Drum)
Peralatan selanjutnya drum atau drum. Drum ini digunakan sebagai wadah menampung air suci. Biasanya dibutuhkan empat hingga lima drum dalam satu perahu.
- Talam (Nampan)
Nampan juga diperlukan dalam rokat tase’ sebagai wadah meletakkan tumpeng. Nampan juga digunakan sebagai tempat makanan setelah pembacaan doa. Sekaligus digunakan untuk wadah sesajen yang akan dilarungkan kelaut
- Tong-tong
Tong-tong merujuk pada pertunjukan seni musik yang ditampilkan dalam rangkaian ritual rokat tase’. Selain keempat perlengkapan di atas, terdapat perlengkapan lain yang dibutuhkan seperti bunga, jajanan, ketupat, janur kuning, tumpeng kecil, dan lain-lain.
Penulis: Anwar Arya W (Mahasiswa Magang UTM)
