Mau Bayar Pajak Malah Ditolak, Pria Ini Kesal Alasan Samsat Tak Masuk Akal

Foto wajib pajak yang terkena potret karena pelanggaran tak mengenakan helm
Foto wajib pajak yang terkena potret karena pelanggaran tak mengenakan helm

Surabaya, blok-a.com Seorang wajib pajak asal Surabaya kebingungan karena ditolak saat akan bayar pajak STNK untuk perpanjangan. Dedy Dermawan (42), warga Kupang Krajan Lor I, Surabaya tak tahu kemana ia bisa mengadukan masalah ini.

Pada hari Sabtu (22/7/2023) pukul 09.00 WIB dia mendatangi Samsat Bratang, Surabaya. Seperti diketahui, jam operasional Samsat Point Bratang pada hari Sabtu hanya sampai jam 11.00 WIB. Sementara, kantor tersebut baru akan buka kembali pada esok Senin.

Lantas apa sebenarnya penyebab pihak Samsat menolak pengajuan bayar pajak perpanjangan STNK Dedy Dermawan?

Saat ditemui tim Blok-a.com, Dedy mengaku kaget dengan alasan yang diungkapkan petugas. Ia menerima penjelasan dari petugas, bahwa nomor wajib pajak atas nama Dedy Dermawan, sepeda motor nopol L 2890 VR itu terkena blokir.

“Maaf, pak. Anda tidak bisa bayar pajak perpanjangan STNK ini, karena diblokir,” ucap Dedy menirukan omongan petugas.

Mendapat keterangan itu, pria yang akrab disapa Cak Pai ini pun kebingungan. Ketika menanyakan apa penyebab status blokir tersebut, jawaban yang diterima adalah bahwa dirinya pernah melakukan pelanggaran saat berkendara.

Kemudian petugas pun memberitahukan alamat website untuk melihat status kendaraannya secara mandiri, berikut tata cara pengecekannya.

Setelah dicek, ternyata motornya berstatus pengajuan blokir. Pada halaman website tersebut, tercantum keterangan identitas motor miliknya. Lengkap dengan nomor rangka dan nomor mesin. Juga foto dirinya saat sedang berkendara di kawasan Jalan Ngagelrejo, Kota Surabaya pada tanggal 26 Juli 2022, pukul 08.47 WIB.

Dia pun mencoba mengingat-ingat, apakah benar itu adalah foto dirinya. Menurutnya sosok di foto tersebut memang benar dirinya yang dipotret oleh seseorang.

“Mungkin itu ada polisi naik motor memotret saya,” akunya.

Dedy menyesalkan permasalahan birokrasi yang ia hadapi. Apalagi dia tidak bisa membayar pajak perpanjangan STNK motornya, termasuk denda-denda pelanggaran.

Belum ada Solusi

Terlebih lagi, ia tidak mendapatkan informasi tentang nominal denda yang harus dibayar dan tempat pembayarannya. Pasalnya pihak Samsat mensyaratkan agar Dedy terlebih dulu menyelesaikan status pemblokiran, sebelum lanjut mengurus perpanjangan STNK.

“Katanya bisa dibayar saat perpanjangan STNK, kok malah tidak bisa, aneh. Saya malah ditawari buka blokir dulu, tapi gak nyebut ke siapa dan bayar berapa,” ujarnya.

Samsat Bratang tak dapat memberi solusi, sehingga Dedy memutuskan untuk menuju Samsat Menur. Namun sayang, di situ pun ia tidak memperoleh informasi yang dibutuhkan. Bahkan saat akhirnya ia beranjak ke Samsat Tandes, hasilnya pun nihil sehingga ia terpaksa gigit jari.

Ditemui di tempat lain, Dedy alias Cak Pai, mengaku amat menyesalkan pihak Polisi yang memotretnya tanpa memberikan surat tilang, pemberitahuan, atau menghubungi lewat telepon.

“Saya kan baru tahu tadi. Saya tidak dapat ‘surat cinta’ sama sekali. Ya, mana saya tahu. Kalau tahu kan saya bisa bayar waktu itu. Ini sudah setahun. Ya, bukan salah kami,” ujarnya.

Dia meminta aparat Polri dan petugas Samsat untuk memberikan solusi. Bagaimana dia bisa melunasi pajak perpanjangan STNK tanpa dipersulit dan dibikin ribet.

“Saya kan pikirnya normal saja, tahu tahu ada gini. Siapa yang salah? Saya tidak mau kemudian saya diberikan denda. Apalagi tak masuk akal. Denda buka blokir dan sebagainya. Bukan saya yang salah,” katanya kecewa.

Dia pun meminta kepada Kasatlantas, Kapolrestabes, dan Polda Jatim agar lebih teliti dalam pelaksanaan tilang elektronik.

“Kami memohon petugas untuk tertib memberikan surat pemberitahuan kepada masyarakat yang melanggar, agar tidak merugikan masyarakat seperti saya,” tegasnya.

Sementara pihak Samsat di Bratang, Menur, dan Tandes belum berhasil dimintai komentar terkait permasalahan tersebut. (kim)