Sumenep, blok-a.com – Isu hangat tengah beredar di media sosial dan di group WhatsApp warga Sumenep, aktivis yang mengatasnamakan Serikat Pemuda Sumenep (SPS) bakal melakukan audiensi ke kantor Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Senin (20/5/2024) mendatang.
Adanya surat audensi yang dilayangkan oleh aktivitis itu sontak membuat warga Sumenep geger.
Surat audiensi tersebut menyoroti temuan kios-kios pupuk yang nakal. Salah satunya terdapat kios yang menjual harga pupuk diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan ada petani yang bebas membeli pupuk subsidi ke luar desa.
Ketua SPS Sumenep, Taufiq mengatakan bakal menyikapi serius terkait persoalan ini. Sebab, kejanggalan ini bisa membuat fatal bagi para petani. Artinya dalam hal ini banyak petani yang dirugikan.
“Hari Senin (14/5/2024) kemarin saya melayangkan surat audensi ke kantor BPP Kecamatan Bluto. Minggu depan bakal audensi,” jelasnya, Rabu (15/5/2024).
Menurutnya, persoalan ini merupakan bentuk kelalaian dari pengawasan BPP Kecamatan Bluto.
Seharusnya BPP kecamatan harus ikut andil dalam melakukan pengawasan di bawah, agar potensi persoalan ini bisa mengecil dan tidak terkesan dibiarkan.
“Saya rasa hal ini tidak ada pengawasan dari BPP, kalau memang diawasi dengan serius tidak mungkin petani mengeluh seperti ini,” ujarnya.
Bahkan, lanjut Taufiq, ia menilai kinerja BPP itu diduga tidak selaras dengan jargon Bupati Sumenep ‘Bismillah Melayani’. Lantaran tidak ada petani yang merasa terlayani.
“Melayani macam apa ini, yang ada petani merasa tertindas,” jelasnya.
Terpisah, Kordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Bluto, Isromi Kurniawan saat dihubungi melalui Via WhatsApp membenarkan terkait adanya surat Audensi.
Namun pihaknya tidak berani berkomentar jauh karena mengaku tidak punya wewenang.
“Saya minta maaf gak bisa menanggapi mas, yang jelas dinas perdagangan terkait HET, kita sebatas memberikan arahan aja kepada pihak kios dan distributor terkait dengan harga dan penyaluran pupuk bersubsidi,” tuturnya. (ram/lio)
