BLOK-A – Jika mendengar nama sate klopo, mungkin banyak orang akan berpikir bahwa sate ini sepenuhnya terbuat dari kelapa. Dalam bahasa Jawa, “klopo” berarti kelapa. Namun ternyata tidak. Olahan sate klopo khas Surabaya ini tetap sama dengan jenis sate lainnya, berbahan dasar daging ayam atau sapi.

Kunjungan saya ke Sate Klopo Ondomohen, Minggu (6/9) memberi pengalaman baru. Meski menu utamanya daging, ada sejumlah potongan jeroan di sana. Ada pula kikil. Kuliner ini merupakan jenis sate yang tak ada di daerah lain di Indonesia. Setelah itu, parutan kelapa ditaburkan sebelum dibakar dengan bara arang sesaat setelah dipesan.
Anda bisa memilih nasi atau lontong sebagai penambah suplai karbohidrat. Pesan satenya saja bisa, kok. Tapi, orang Indonesia rata-rata belum terpuaskan bila belum makan pakai nasi. Sepiring nasi yang saya pesan ditaburi dengan serundeng untuk menambah rasa gurih.

Masyarakat hingga sosok tenar pernah makan di sini. Hal itu dibuktikan dengan foto-foto pemilik dengan para artis juga pejabat terpampang di temboknya. Bertempat di jalan Walikota Mustajab No 36, Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur, sate klopo Ondomohen selalu menjadi jujukan yang wajib dikunjungi.
Satu porsi sate klopo Ondomohen berisi 10 tusuk dan dihargai Rp 25 ribu. Pengunjung juga bisa meminta bahan pelengkap berupa lontong atau nasi yang disajikan terpisah seharga Rp 3 ribu per porsinya. Harga yang cukup terjangkau untuk potongan daging sapi yang lumayan besar dan rasa yang lezat.