Atasi Macet, Wali Kota Surabaya Eri Luncurkan Hiace Wira Wiri

Surabaya, blok-a.com – Suroboyo Bus, dan Bus Trans Semanggi, belum mampu atasi kemacetan Kota Surabaya. Untuk itu, Wali Kota Eri Cahyadi, meluncurkan 52 unit angkutan massal diberi nama Wira Wiri Suroboyo.

Jumat, (3/3/2023) angkutan umum ini resmi operasional untuk menjangkau area yang belum terlayani oleh Suroboyo Bus dan Bus Trans Semanggi.

Lima rute yang dilayani yakni, Terminal Benowo – Tunjungan, Puspa Raya – HR Muhammad, SWK Penjaringan Sari – Gunung Anyar, PNR Mayjend Sungkono – Embong Wungu, dan Terminal Intermoda Joyoboyo – Terminal Bratang – Kedung Asem.

Menariknya, pembayaran angkutan feeder ini menggunakan sistem pembayaran non tunai, yakni melalui kartu elektronik maupun Qris.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru, angkutan feeder terdiri dari 14 unit Hiace berkapasitas 14 penumpang.

Ada lagi 38 unit Grandmax dengan kapasitas 10 penumpang. Kru angkutan feeder ini terdiri dari driver dan helper, 320 orang.

“Jadi feeder ini adalah transportasi handal, nyaman, dan murah yang dibutuhkan oleh masyarakat Surabaya,” ujarnya.

Driver dan helper ini direkrut dari sopir angkot, agar pendapatan mereka bisa naik.

Untuk pembayaran layanan feeder terintegrasi dengan Surabaya Bus dengan tarif Rp5.000, berlaku selama dua jam.

Tarif gratis berlaku untuk lansia, veteran, dan anak di bawah umur 5 tahun. Untuk tarif pelajar 50 persen dari tarif umum.

Tak hanya itu saja, sebagai bagian sosialisasi kepada masyarakat, maka tarif angkutan feeder berlaku gratis selama sepekan ke depan.

“Jam operasional angkutan feeder mulai pukul 05.30-21.30 WIB. Serta jumlah bus stop/halte sebanyak 315 lokasi, dengan headway direncanakan setiap 10 – 15 menit. Terdapat fasilitas AC, lalu tempat duduk untuk wanita berwarna pink (merah muda), lansia berwarna merah, dan umum berwarna hitam. Lalu ada LED informasi rute, monitor layanan informasi, media pembayaran (tapping), CCTV, dan peralatan keadaan,” pungkasnya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersyukur feeder Kota Surabaya yang diprakarsai oleh Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya untuk mengurangi kemacetan, akhirnya bisa terwujud.

Menurutnya feeder ini baru melayani di 5 rute. “Angkutan jenis ini sudah lama kita bahas. Insya Allah akan ditambah jadi 7 rute,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Gratis Connect dengan Bus

Saat ini Pemkot Surabaya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk mengkoneksikan angkutan feeder dengan kota penunjang Surabaya. Seperti, Sidoarjo dan Gresik.

Surabaya Raya ini akan ramai, ketika pagi itu orang masuk Surabaya, ketika sore arah keluar Kota Surabaya juga macet. Sehingga itu yang akan kita koneksikan dan Insya Allah dengan Kadishub provinsi juga ada connecting dengan feeder maupun Bus Surabaya, dengan harapan bisa menjadi alternatif mengurangi kemacetan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Sedangkan untuk rencana penambahan dua rute perjalanan angkutan feeder, Wali Kota Eri mengaku, sedang dikaji oleh jajaran Dishub Surabaya bersama Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya.

“Ini masih kita hitung lagi karena tadi sempat kita bahas di dalam (feeder) untuk daerah-daerahnya dan jumlah orangnya lebih banyak atau tidak. Alhamdulillah kita punya Komisi C dan pimpinan DPRD yang hebat, karena kita akan bersama-sama menyelesaikan kemacetan di Kota Surabaya,” ungkapnya.

Cak Eri itu mengatakan jarak antar angkutan feeder di Kota Surabaya rata-rata 10-15 menit.

Pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi angkutan feeder dengan penggratisan selama satu pekan.

“Nanti kita lihat pengaruhnya dan bagaimana animonya di wilayah itu. Kami imbau warga Surabaya, ayo menggunakan transportasi umum, Insya Allah ini akan mengurangi kecelakaan dan kemacetan,” jelasnya.

ASN Wajib Naik Feeder

Ia memastikan, meskipun penumpang angkutan feeder pindah ke angkutan Suroboyo Bus maupun Bus Trans Semanggi, penumpang tidak perlu melakukan pembayaran ulang.

“Kalau pindah Surabaya bus enggak karena gandeng. Tapi kalau sudah pindah fitur lainnya bayar. Saya minta Kadishub untuk connectingnya seperti apa. Jadi kalau dia naik feeder pindah Suroboyo Bus sampai ke tempat tujuan itu tak bayar,” tegasnya.

Di sini Cak Eri, juga mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menggunakan transportasi umum.

Mulai dari layanan Suroboyo Bus, Bus Trans Semanggi, angkutan feeder setiap hari Jumat dimulai pekan depan, 10 Maret 2023.

“Mulai minggu depan ASN ini akan beri contoh, kalau kita sudah punya transportasi umum feeder dan bus. Nanti dari kartunya ASN itu akan nge-tap masuk di titik mana, naik di situ. Ini termasuk Wali Kota, tidak boleh kalau naik motor, terus kemudian parkir tempat lain,” terangnya.

Pengoperasian angkutan feeder ini adalah sebagai salah satu upaya dalam memberdayakan sopir angkot di Kota Pahlawan.

“Sopir angkot dan helper ini termasuk juga dari warga Surabaya. Jadi apapun yang kita sepakati dengan DPRD, apapun kegiatan pemerintah yang memakai APBD harus bisa mengurangi kemiskinan di Kota Surabaya,” imbuhnya.(kim/lio)

Exit mobile version