Pasuruan, blok-a.com – Nasib malang menimpa Mursid (57), warga Dusun Plaosan, Desa Brambang, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Ia menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh seorang kepala desa (Kades) bersama sejumlah preman. Akibat kejadian itu, wajah Mursid lebam dan beberapa giginya patah.
Tidak tinggal diam, Mursid melaporkan kejadian ini ke Polres Pasuruan dengan nomor laporan: LPM/400/XI/2024/SPKT.Polres Pasuruan pada 14 November 2024.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (7/11/2024), sekitar pukul 13.00 WIB, di lapangan Desa Wonorejo, Pasuruan.
Mursid mengaku didatangi oleh sejumlah orang, termasuk oknum Kades berinisial HAS, bersama Fauzi dan Mujib alias Redes. Tanpa peringatan, mereka langsung memukul Mursid hingga babak belur.
Belakangan diketahui, kejadian ini dipicu oleh insiden sebelumnya. Mursid mengaku pernah diajak oleh seseorang bernama Slamet Kusdianto untuk menjual mobil ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Slamet, yang menerima perintah dari seorang bernama Pak Mul, meminta Mursid membantu menjual mobil Avanza tersebut.
Namun, setelah sebulan di NTT, mobil tersebut tidak berhasil terjual. Tak hanya itu, mobil tersebut disita oleh debt collector sebelum keduanya sempat pulang ke Pasuruan.
Setelah kembali dengan tangan hampa, Mursid melaporkan kejadian itu kepada Pak Mul dan menyatakan kesanggupan untuk mengganti kerugian.
Namun, dua hari setelah itu, ia dijemput paksa oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari oknum organisasi masyarakat (ormas), preman, tiga Kades, dan sepuluh orang lainnya.
Mursid menceritakan bagaimana dirinya diperlakukan. “Tangan saya dijepit, tubuh saya dipiting, lalu saya dimasukkan ke dalam mobil,” ujar Mursid.
Di dalam mobil, ia mengalami kekerasan fisik. “Di dalam mobil saya dipukuli oleh beberapa orang, ada Kades HAS,” ungkapnya.
Setibanya di lapangan Desa Wonorejo, Pasuruan, Mursid kembali menjadi sasaran kekerasan. Ia mengaku dipukul menggunakan kunci roda, selang, dan pukulan tangan kosong.
“Saya dipukul memakai kunci roda dan ada yang menggunakan selang, serta beberapa menggunakan tangan kosong,” lanjutnya.
Mursid mengenali beberapa pelaku, termasuk Kades HAS, Fauzi, dan Mujib alias Redes. Akibat penganiayaan ini, Mursid mengalami luka lebam di wajah dan tubuhnya, serta kehilangan beberapa gigi.
Merasa tidak terima atas kejadian ini, Mursid segera melapor ke Polres Pasuruan. Saat ini, laporan Mursid tengah diproses pihak kepolisian.(kim/lio)
