Kirab Obor, Penanda Akhir Ramadan

Blok-a.com – Tradisi kirab obor pada malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri masih tetap hidup di beberapa kampung di Kota Malang seperti contohnya Kampung Jodipan. 

Setiap tahunnya, anak-anak kampung yang berkumpul di masjid setempat mengajak warga setempat untuk berpawai sembari membawa obor. Tradisi ini membawa nostalgia bagi banyak orang, terutama bagi yang merindukan suasana kebersamaan di kampung halaman.

Obor yang digunakan dalam pawai ini biasanya terbuat dari bambu dengan ukuran sekitar 70-80 cm. Bambu dipilih dengan hati-hati, haruslah tidak retak atau berlubang. 

Bagian atas bambu diisi dengan minyak tanah dan ditutup dengan kain atau sumbu kompor yang tidak terpakai. Untuk mencegah minyak meluber, bagian atas bambu seringkali diberi pembatas dari tanah liat. Setelah dipersiapkan dengan cermat, obor siap dinyalakan oleh remaja masjid sambil mengumandangkan takbir.

Pawai obor bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari kelegaan bagi masyarakat setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. 

Malang, kota yang kaya akan tradisi, tidak hanya dikenal dengan peninggalan sejarah, tetapi juga keberagaman kegiatan keagamaan yang masih terjaga hingga saat ini.

Selain pawai obor, pawai keliling juga masih menjadi bagian dari tradisi malam takbiran di Malang. Remaja masjid seringkali berkumpul menggunakan mobil terbuka sambil bertakbir di sepanjang jalan. Takbiran menjadi momen penting yang menandai akhir dari ibadah puasa. 

Di malam takbiran, hampir setiap masjid di Malang menggelar acara untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam beribadah dan merayakan bersama.

Dalam menyambut Idul Fitri, tradisi pawai obor dan pawai keliling menjadi simbol kegembiraan dan kebersamaan bagi masyarakat Malang. 

Tradisi ini tidak hanya memperkaya kehidupan keagamaan mereka, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya yang telah terjalin selama bertahun-tahun. 

Dengan menjaga tradisi-tradisi seperti ini, masyarakat Malang mengabadikan warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang. (art/bob)

Exit mobile version