Sidoarjo, blok-a.com – Di peringatan HUT RI ke-78 di Desa Kedungsugo, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, membuktikan kesenian ludruk masih ada.
Seni ludruk kali ini, Karya Budaya asal Kota Mojokerto diundang tampil di lapangan desa setempat, Senin (28/8/2023) malam.
Kepala Desa Kedungsugo, Haji Sutikno mengatakan, penampilan seni ludruk pada agustusan kali ini, merupakan permintaan masyarakat desa setempat. Selain permintaan masyarakat, acara juga terselenggara berkat kerjasama antar semua pihak, mulai dari Pemdes, BPD, RT/RW dan para tokoh masyarakat desa setempat.
“Kami gelar acara ini, sesuai dengan visi misi. Di mana jika warganya bahagia, desanya sejahtera,” ujar Sutikno.
Menurut Sutikno, pesan yang dapat diambil dari pagelaran seni ludruk itu, salah satunya meningkatkan penjagaan terhadap nilai-nilai Pancasila, merekatkan tali persaudaraan antar warga, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Pesan saya untuk semua anggota karang taruna atau panitia acara, mari kita rayakan hari kemerdekaan kita dengan semarak dan kompak, juga kita harus terbiasa guyup rukun dengan teman, keluarga, dan masyarakat sekitar,” ucapnya
Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Kedungsugo Nisfu Laylia mengungkapkan, tujuan dipentaskan seni ludruk ini adalah ingin melestarikan seni tradisi masyarakat Indonesia.
“Semoga dengan seni ludruk ini, masyarakat terhibur, dan pemerintah desa selalu memberi yang terbaik bagi masyarakat Desa Kedungsugo,” ungkapnya
Pantauan blok-a.com, penampilan seni ludruk Karya Budaya di Desa Kedungsugo ini cukup ramai.
Digelar mulai pukul 20.00 WIB malam, warga sudah berkerumun di lokasi acara. Selama berlangsung, gelak tawa penonton sesekali gemuruh. Ludruk kali ini menampilkan lakon perjuangaan dan lawakan khas Jawa Timuran. (jum/kim)






Media Sosial